Ketika Umar bin Khattab Ditegur oleh Abu Bakar

  • Whatsapp
Ketika Umar bin Khattab Ditegur oleh Abu Bakar | Bincang Syariah


BincangSyariah.Com— Umar bin Khattab dan Abu Bakar adalah sahabat terdekat Nabi. Keduanya juga merupakan pemimpin kaum muslimin setelah baginda telah tiada. Meski terbilang dekat, Umar bin Khattab pernah ditegur oleh Bakar akibat tindakannya.

Read More

“Wahai Rasulullah. Aku datang kepada mu untuk menyatakan tentang keimanan ku pada Allah, pada Rasul-Nya serta yang datang dari-Nya,” kata-kata itu diucapkan Umar bin Khattab ketika pertama kali masuk Islam.

Umar merupakan sahabat yang mencintai Rasul. Setelah mamutuskan masuk Islam, saban hari ia wakafkan dirinya untuk membersamai jalan dakwah Nabi. Umar menjadi pelindung utama Nabi. Seorang pribadi pemberani. Tak ada rasa takut. Tegas. Adil. Dan berhati lembut.

Suatu saat, di tengah sakit, Rasulullah mengangkat Usamah bin Zaid untuk menaklukkan Romawi Timur. Untuk mendampingi Usamah, Rasulullah mengutus Umar bin Khattab. Umar ikut berangkat ke Syiria dan bertempur di bawah komanda Usamah.

Di tengah perjalanan menuju pertempuran, tersiar kabar bahwa Nabi meningga dunia. Beliau telah wafat di Madinah. Usamah memrintahkan pasukan kembali ke Madinah. Umar yang ikut dalam romobongan, segera bergegas menuju Madinah.

Setiba di Yastrib—Madinah tempo lalu—, kabar tentang kematian Nabi telah menyebar luas. Umar yang tiba di Madinah tak ingin percaya akan isu ini. Ia tak membayangkan kematian yang menimpa Rasulullah. Menurut Marthin Links, dalam buku Muhammad; His Life Based on the Earlist Sources , saat itu Umar keliru menafsirkan ayat Al-Qur’an, yang menurut pemahamannya nabi akan hidup lebih lama lagi.

Tak terima kematian Nabi, Umar bin Khattab pergi ke masjid dan berpidato di hadapan manusia yang sedang berkumpul. Umar meyakinkan masyarakat luas bahwa Nabi tak meninggal, Rasul hanya sedang tak ada ruh. Dan Nabi akan akan kembali hidup.

Sahabat Abu Bakar bin Shiddiq yang datang untuk takziah, mendengar pidato itu menegur dan berkata kepada Umar bin Khattab, “Umar” panggil Abu Bakar yang tengah mendengar Umar sedar tadi. “Tenanglah, Umar,” tambahnya, sembil mendekat pada khalifah kedua Islam itu. “Dengarkan aku berbicara wahai Umar, “ pinta Abu Bakar.

Abu Bakar memang menegur Umar bin Khattab yang berkata Nabi akan bangkit. Dan sejatinya Nabi tak meninggal. Pidato itu dikritik Abu Bakar, ia menjelaskan sambil berpidato di hadapan masyarakat Madinah yang hadir di saat itu.

Abu Bakar berkata; “Wahai  manusia, barang siapa yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad sesungguhnya telah wafat. Dan barang siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah itu maha hidup dan tidak akan pernah mati,” jelas beliau.

Selanjutnya, Abu Bakar membacakan ayat Al-Qur’an yang telah ditutunkan oleh Allah setelah perang Uhud. Allah berfirman dalam Ali Imran, ayat 144;

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ

Wa mā muammadun illā rasl, qad khalat ming qablihir-rusul, a fa im māta au qutilangqalabtum ‘alā a’qābikum, wa may yangqalib ‘alā ‘aqibaihi fa lay yaurrallāha syai`ā, wa sayajzillāhusy-syākirīn

Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Mendengar Abu Bakar membacakan ayat, Umar bergetar. Ia terkejut mendengar ayat ini. Umar pun berkata;

“Saat aku mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu, aku begitu terkejut hingga tubuh ku tersungkur ke tanah. Kedua kaki ku tak mampu untuk berdiri, dan baru aku menyadari Rasulullah telah wafat,”.

Itulah kalimat yang diucapkan oleh Umar. Dan ia menyadari kekeliruannya itu setelah mendengar nasihat dari Abu Bakar. Tampaknya, ada pelbagai alasan yang membuat Umar melakukan tindakan tersebut.

Tak dapat dipungkiri, setelah Rasul wafat, banyak orang yang awalnya telah memeluk Islam kemudian murtad kembali. Terlebih para kaum munafik, yang sejak awal memang tak sepenuhnya ingin memeluk Islam. Pada sisi lain, setelah kematian Rasulullah juga muncul nabi-nabi paslu.  Mereka mengklaim diri sebagai penerus baginda Nabi.

(Baca: Khalifah Umar Bin Khattab Memberikan Harta Baitul Mal pada Yahudi dan Kristen Miskin)



Sumber

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *