Memakai Krim Kulit dan Minyak Rambut, Apakah Membatalkan Puasa?

  • Whatsapp


BincangSyariah.Com— Era modern ini, menjaga penampilan dan merawat tubuh merupakan suatu keniscayaan bagi laki-laki dan perempuan. Untuk itu, para kaum hawa merawat kulitnya dengan menggunakan  lotion atau krim kulit. Di samping itu, mereka juga menggunakan skin care untuk merawat wajah agar tetap bersih dan putih.

Read More

Para kaum lelaki pun melakukan hal yang sama, menggunakan minyak rambut. Tujuannya menjaga rambut agar kelihatan elok dan rapi. Lalu bagaimana hukum memakai krim kulit dan minyak rambut, apakah membatalkan puasa?

Menurut ulama besar Syekh Dr. Ali Jum’ah, yang juga merupakan mufti Mesir, bahwa memakai krim, skin care dan minyak rambut pada saat berpuasa adalah boleh. Di samping itu,  memakai benda tersebut pun tak membatalkan puasa. Dalam fatwanya Syekh Ali Jumah berkata;

والذي نذهب إليه هو قول الشافعية والحنفية من عدم الإفطار بالادِّهان؛

Artinya: Kami mengikuti pendapat dari ulama kalangan mazhab Syafiiyyah dan Hanafiyyah yang  mengatakan tidak batal puasa seseorang sebab memakai minyak rambut dan krim yang ia lumurkan kebagian tubuh dan rambutnya.

Pendapat ini dikutip oleh Syekh Dr. Ali Jumah, dari kitab Al Hidayah fi Syarah Bidayat al Mubtadi— populer dengan  nama kitab Bidayah—, merupakan karya Burhanuddin al-Marghinani. Dalam kitab Bidayah termaktub penjelasan bahwa memakai krim kulit dan minyak rambut tak membatalkan puasa. Meskipun sampai ke lambung orang yang menggunakan krim kulit dan minyak rambu melalui pori-pori tubuh.

Syekh Ali Jumah berkata;

هب الحنفية والشافعية والعلامة الدردير من المالكية إلى أن دهن الرأس والبطن لا يفطر ولو وصل جوفه بتشرب المسام؛ لأنه لم يصل من منفذ مفتوح، ولأنه ليس فيه منافٍ للصوم، فهو نوع ارتفاق وليس من محظورات الصوم

Artinya; Ulama dari kalangan Hanafiyah, Syafiiyah, dan Ahmad Dardir—ulama mazhab Malikiyyah—, berpendapat bahwa mengoleskan minyak ke rambut dan (krim) ke perut tidak membatalkan puasa meskipun sampai ke dalam lambungnya,  dengan terserapnya  (krim dan minyak rambut) melalui pori-pori.

Pasalnya itu tak sampai ke dalam lambung,  melalui lubang yang terbuka (baca; mulut, kedua telinga,  dan lubang hidung). Nah mengoleskan minyak rambut dan krim ketubuh saat berpuasa, bukan merupakan perbuatan yang dilarang saat berpuasa. Lebih lanjut, Benda tersebut  (minyak dan krim) adalah salah satu jenis yang bermanfaat bagi tubuh dan rambut.

Pada sisi lain, kalangan ada sejumlah ulama dari mazhab Malikiyah  berfatwa bahwa memakai krim dan minyak rambut, terkadang dapat membatalkan puasa. Keadaan itu, jika ada rasanya krim dan minyak rambut itu di dalam tenggorokannya (setelah memakai minyak rambut, perut, atau lotion badan). Bila keadaan itu terjadi— krim dan minyak rambut masuk ke mulut—, maka ia wajib mengganti puasanya di hari lain.

Menurut Imam al Marghinani, pendapat para ulama Malikiyah itu berdasarkan kaedah hukum;

لأنهم عملوا بقاعدتهم القائلة: وصول مائع للحلق ولو من غير الفم مفطر

Artinya; Para ulama Malikiyah itu mengamalkan kaidah “Sampainya sesuatu yang cair kepada tenggorokan meskipun tidak melalui mulut yang terbuka , maka itu dapat membatalkan puasa seseorang”.

Menurut Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, bahwa memakai krim kulit dan minyak rambut tak membatalkan puasa. Hal yang sama juga bila lelaki dan wanita memakai minyak wangi yang mengandung alkohol, itu juga tak memtalkan puasa. Akan tetapi dianjurkan memakai semua itu pada saat malam hari di bulan ramadhan.

Syekh Bin Baz berkata;

الكحل لا يفطر النساء ولا الرجال في أصح قولي العلماء مطلقا ، ولكن استعماله في الليل أفضل في حق الصائم . وهكذا ما يحصل به تجميل الوجه من الصابون والأدهان وغير ذلك مما يتعلق بظاهر الجلد ، ومن ذلك الحناء والمكياج وأشباه ذلك ، كل ذلك لا حرج فيه في حق الصائم ، مع أنه لا ينبغي استعمال المكياج إذا كان يضر الوجه

Artinya: Menurut pendapat ulama celak mata tak membatalkan puasa, baik yang memakainya laki-laki atau perempuan. Akan tetapi dianjurkan memakainya pada malam hari ketika di bulan Ramadhan.

Demikian juga tak memabatalkan puaasa dengan memakai sesuatu yang bisa memperindah dan cantik wajah, misalnya; sabun, dan meluluri tubuh (baca: memakai krim, minyak wangi, dan minyak rambut) dan selain itu dari sesuatu yang berkaitan dengan kulit.

Ada pun memakai henna dan bedak pada siang Ramadhan, juga tak membatalka puasa. Kesimpulannya, semua itu tak membatalkan puasa. Akan tetapi selayaknya seseorang menjauhi memakai bedak, apabila bedak itu bisa membahayakan wajahnya.

Demikian memakai krim kulit dan minyak rambut, apakah membatalkan puasa?

(Baca: Hukum Memakai Celak Saat Berpuasa)

 

 

100%



Sumber

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *